Selamat Datang di Web Site Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.  

2nd Intensive Bioethic Course (IBC) and 10th International Youth Peace Ambassador (YPA)

2nd Intensive Bioethic Course (IBC) and 10th International Youth Peace Ambassador (YPA)[unsoed.ac.id, Sen, 25/5/15] Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan  2nd IBC dan 10th YPA di Purwokerto yang diadakan tanggal 18-24 Mei 2015. Kedua acara ini merupakan prakarsa dari Prof. Darryl Macer yang merupakan ketua Eubious Ethics Institute dan American University of Sovereign Nations.

IBC merupakan kursus singkat mengenai beberapa topik bioetik yang menjadi salah satu bagian dari program Master of Bioethics. Beberapa subtopik yang menjadi pembahasan pada IBC adalah ableism and disability, ability and law, bioethics justice and ability, serta eugenics and genetics in disabilty. IBC mengundang berbagai pemateri dari skala internasional, seperti Prof. Darryl Macer, Prof. Gregor Wolbring, dr. Miko Ferine, dr. Amalia Muhaimin, M.Sc, Prof. Angelica Baylon, Diyah Woro, S.P.Si., M.A. , dan Yeremias Jena, S.S., M.Hum, M.Sc. Sebanyak kurang lebih 20 peserta multinasional dan multikultural yang mengikuti IBC.Unknown Object

 

FK Unsoed Adakan Pelatihan PTBMMKI

PTBMMKI Wilayah III UnsoedBertempat di Gedung A Lantai 2 Fakultas Kedokteran Unsoed, Jum’at, 15 Mei 2015 telah diadakan Pelatihan Gabungan PTBMMKI (Perhimpunan Tim Bantuan Medis Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Wilayah III. Acara yang diselenggarakan oleh UKM OSIPITAL FK Unsoed diikuti sebanyak 37 Peserta Berasal dari 9 Fakultas Kedokteran Universitas yang ada di Indonesia seperti FK UGM, FK UII, FK UMS, FK UNS, FK UNDIP, FK UNISULA, FK UNY UNIMUS dan FK UNSOED.

 

 

 

Kegiatan ini dihadiri KTU, Kasubbag Akademik dan Kemahasiswaan FK Unsoed dan Koordinator PTBMMKI Wilayah III. Hadir sebagai pembicara dr.Siswo Putranto Santoso,SpF, MH, Kes dari Universitas Kristen Indonesia Jakarta.

13 MAHASISWA IKUTI YUDISIUM di FK UNSOED

 

Rabu, 13 Mei 2015 jam 09.00 WIB s/d selesai, Fakultas Kedokteran Unsoed telah adakan yudisium mahasiswa Program Sarjana pada wisuda yang ke 117, di Ruang Serba Guna Lantai 2 Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Jendral Soedirman.
Yahdiyani Razanah, S.Ked., IPK 3,79 adalah peraih predikat dengan pujian juga sebagai Juara 1 Debat Bahasa Inggris tingkat Universitas, dengan berbahasa Inggris yang pertama kalinya dalam sejarah agenda yudisium untuk menyampaikan puji syukur kehadirat Tuhan YME dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademik yang telah mendukung, membantu dalam menempuh proses menuju sarjana kedokteran, perjuangan belum berakhir, mohon doanya untuk langkah selanjutanya sehingga dapat membuat hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok akan lebih baik daripada hari ini terutama untuk kita dan institusi Fakultas Kedokteran Unsoed.

 

PELATIHAN MICROSOFT EXCEL BAGI TENAGA KEPENDIDIKAN

Bertempat di laboratorium komputer jurusan kedokteran umum unsoed Fakultas Kedokteran Unsoed, Rabu 6 Mei 2015 jam 07.30 s.d 09.30 WIB telah diselenggarakan pelatihan Microsoft excel bagi Tenaga Kependidikan Fakultas Kedokteran Unsoed, yang diikuti oleh 40 orang tenaga kependidikan.

 

Composite “comporative study” BEM Kedokteran Gigi Unsoed dan BEM Kedokteran Gigi UI

 

Sabtu, 2 Mei 2015 salah satu proker dari bemkbmkg sedang berlangsung, khususnya dari kementerian luar negeri. Pada hari tersebut diselengarakan acara composite  di Jakarta tepatnya di kampus kedokteran gigi UI depok. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari 2 malam dengan agenda mampu menimba ilmu dari kedua belah pihak. Acara ini dimulai dari pembukaan, diteruskan oleh sambutan dari Presiden BEM unsoed (Ghany ramadhan) dan Presiden BEM  UI (Ariq nur hakim) beserta penjelasan singkat mengenai Badan eksekutif Mahasiswa (BEM)  masing-masing. BEM Kedokteran Gigi  Universitas Indonesia  lebih mengedepankan totalitas pada setiap pekerjaannya. Setelah sambutan  dilanjutkan dengan acara sharing dengan divisi atau kementerian masing-masing.

Bagas dan Icha Juara 3 di International Biomedical Students Congress (INAMSC)

 Raditya Bagas Wicaksono biasa dipanggil Bagas anak tunggal dari pasangan . Ir. Nyoto Laksono dan  Esti Pratiwi dan Annisa Noor Anindyasari (Icha)  anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan dr. Adi Setyawan, Sp. OG (KFER) dan Nuning Indraeni, S.H. mereka Mahasiswa Fakuktas Kedokteran Unsoed Tahun 2011 dan sekarang sedang koass.
Banyak prestasi yang diraihnya saat menjadi siswa di Sekolah Menengah Atas maupun saat menjadi mahasiswa Kedokteran Umum.
Bagas telah meraih prestasi Juara III Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas Jenderal Soedirman, 2013, Juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke 50 Universitas Jenderal Soedirman, 2013, Peringkat 9 Indonesian Medical Olympiad 2013 cabang Digestif tingkat nasional, Lulusan terbaik Wisuda Sarjana ke 116 tingkat Universitas Jenderal Soedirman, sedangkan Icha pernah meraih  Juara 1 Lomba Photography 1st Indonesian Medical Student Summit Journalistic Competition th 2012 tingkat nasional dan Juara 1 Banyumas Photo Contest th 2012.
 

Panlok 41 Purwokerto Gelar FGD Jelang Pendaftaran SBMPTN 2015

 

 

[unsoed.ac.id, Min,3/5/15] UNSOED kembali dipercaya sebagai salah satu panitia lokal penyelenggaraan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun ini.  Guna memastikan kegiatan tersebut berjalan dengan baik, Kamis (30/5) berlangsung kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Panitia Lokal (Panlok) 41/Purwokerto serta dibuka langsung  oleh Rektor UNSOED, Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si, didampingi oleh Ketua Panlok 41/Purwokerto, Prof. Dr. Ir. Mas Yedi Sumaryadi, M.S yang sehari-harinya menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik.  Dalam arahannya,  Rektor Achmad Iqbal menegaskan agar panitia dapat bekerja secara cermat, sehingga masyarakat dan khususnya calon peserta dapat terlayani dengan sebaik-baiknya.

Usai pengarahan rektor, kegiatan FGD langsung dipimpin oleh Wakil Rektor Akademik selaku Ketua Panlok 41 Purwokerto. Secara terperinci, Ketua Panlok menjelaskan tentang tugas-tugas apa yang segera disiapkan dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran panitia inti, mulai dari sosialisasi kehumasan, pendaftaran, pengelolaan naskah dan pelaksanaan ujian, hingga kesiapaan perlengkapan, sarana prasaran dan keamanan, termasuk terkait masalah kesekretariatan.  Setelah paparan, acara dilanjutkan dengan diskusi teknis mengenai apa-apa saja yang perlu segera dipersiapkan guna memastikan penyelenggaraan berjalan sebagaimana yang diharapkan.  

 

Pelantikan Pengurus BEM, UKM, DPM FK Unsoed

 

Kamis, 30 April 2015 Pukul 15.00 WIB bertempat di Gedung Dekanat Lantai 3 Fakultas Kedokteran Unsoed Jl. Gumbtreg Nomor 1 Mesri Purwokerto Acara Pelantikan Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa  (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiwa (DPM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fakultas Kedokteran Unsoed.

Terpilih Presiden BEM Periode Tahun 2015 Jurusan Kedokteran Umum R. Faris Mukmin Kalijogo menggantikan Lutfi Maulana,   BEM Periode Tahun 2015  Jurusan Kedokteran Gigi Ghany Ramadhan menggantikan Catur Aditya Ramadhany. Jumlah pengurus BEM KU sebanyak 31 orang dan BEM KG sebanyak 36 orang.

 Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Periode Tahun 2015 Jurusan Kedokteran Umum sebagai Ketua Umum Fikriah Rismi F menggantikan Gagah Baskara Adi N, dan DPM Jurusan Kedokteran Gigi Ketua Nabilah menggantikan Rizki Oktariana D. Jumlah pengurus DPM KU sebanyak 37 orang dan DPM KG sebanyak 16 orang.

Pengangkatan Dosen Tidak Tetap

Catur Ditya Ramadhany, Mapres Unsoed 2015

[unsoed.ac.id, Sen, 27/4/15] Ekstrak teh hijau sebagai alternatif media penyimpanan gigi avulsi antarkan Catur Ditya Ramadhany sebagai Mahasiswa Berprestasi Unsoed 2015.  Gigi lepas bisa terjadi pada siapa saja.  Biasanya, kebanyakan orang langsung pasrah apabila hal ini terjadi dan berakhir dengan gigi yang menjadi ompong atau memakai gigi palsu.  Padahal gigi utuh yang terlepas bisa dipasang kembali.  Istilah medis lepasnya gigi utuh ini disebut avulsi.  Avulsi atau lepasnya  gigi dari soket alveolar akibat adanya cedera gigi semestinya masih bisa dipasang lagi dengan penanganan yang tepat.  Namun, pada kondisi tidak tersedianya klinik gigi terdekat dapat menyebabkan keterlambatan penanaman kembali gigi yang lepas tersebut.  Untuk menjaga vitalitas sel ligamen periodontal agar gigi dapat ditanam lagi maka dibutuhkan media penyimpanan.  Mahasiswa Kedokteran Gigi Unsoed, Catur Ditya Ramadhany memiliki ide solutif atas masalah penyimpanan tersebut yaitu pemanfaatan ekstrak teh hijau.  “Selama ini media penyimpan yang kita kenal adalah HBSS (Hank’s balanced salt solution) yang tidak semua orang mudah mendapatkannya,” jelasnya.  Catur menganalisis Epigallocatechin Gallate Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis) Sebagai Alternatif Media Penyimpanan Gigi Avulsi.  “Selain harganya terjangkau, saya kira teh hijau mudah didapat di Indonesia,” jelasnya.  Ide yang dituangkan dalam karya ilmiah ini akhirnya mengantarkan Catur menjadi Juara 1 dalam pemilihan Mahasiswa Berprestasi Unsoed 2015 dan akan berkompetisi di Tingkat Nasional.

Catur yang juga Juara 1 Kompetisi Riset Tingkat Nasional Tahun 2013 dan 2014 ini mengungkapkan bahwa jangka waktu standar lepasnya gigi utuh hingga tetap dapat dipasang lagi adalah sekitar dua jam, tapi idealnya 15-20 menit.  Lebih dari itu, maka gigi utuh harus disimpan dan mendapat perlakuan yang tepat.  “Dengan penggunaan teh hijau maka potensi vialibilitas sel dapat dipertahankan sebesar 97,2 % hingga 24 jam,” ungkapnya.  Hal ini berarti potensi teh hijau mengungguli HBSS yag hanya sebesar 93,3%.  “Tampaknya hal ini dikarenakan teh hijau memiliki sifat antioksidan yang kuat, antiinflamasi, antikarsinogen, antiobesitas, antibakteri, antiviral, antienzymatic effects, termogenik, dan probiotik pada manusia, hewan, maupun studi in vitro” ungkapnya.   Ekstraksi teh hijau dapat dilakukan dengan metode perkolasi.  “Perkolasi adalah cara penyarian yang dilakukan dengan mengalirkan cairan penyari melalui serbuk simplisia yang telah dibasahi,” ungkapnya. 

  

Dengan adanya alternatif ini Catur berharap gigi utuh lepas yang bisa menimpa siapapun ini dapat tetap dipasang lagi.  “Jangan membuang gigi anda jika terlepas utuh, jangan sentuh akar giginya, segera ke dokter, dan jika jaraknya jauh maka simpanlah di media penyimpanan yang paling mudah anda dapatkan salah satunya ekstrak teh hijau,” jelasnya.  Dengan demikian pengembangan EGCG ekstrak teh hijau di Indonesia dapat dilakukan melalui diversifikasi usaha produk olahan teh hijau di bidang kesehatan. “Diversifikasi ini dapat bekerja sama dengan berbagai pihak  untuk memproduksi secara mandiri ekstrak teh hijau sebagai media penyimpanan gigi avulsi yang murah dan mudah didapat,” ungkapnya.

Catur berhasil menjadi Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Unsoed 2015 setelah mengungguli dua pesaing terdekatnya yaitu Dian Ayu Palupi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis di tempat ke dua, dan Yuli Astuti dari Fakultas Pertanian di tempat ke tiga dengan selisih nilai yang sangat tipis.  Maju Terus Pantang Menyerah !

Sindikasikan konten